OBJEK EDUKASI
PERSPEKTIF QS. AN-NISA(4): 170

KATA PENGANTAR
بىسم الله الرحمن الرحيم
Dengan
menyebut semua nama Allah yang Ia titipkan dalam kitab suci (Al-Qur’an) yang
telah Ia turunkan, serta sanjungan dan pujian semoga selalu tercurahkan kepada
sang pemimpin umat di akhir zaman, Nabi besar Muhammad SAW juga para
sahabat-sahabat dan keluarga beliau.
Alhamdulillah
atas berkat rahmat Allah dan doá orang tua yang selalu teriring dalam kehidupan
penulis sebagai mahasiswi perantau, mampu menyelesaikan salah satu tugas
makalah yang berjudul Objek Pendidikan Perspektif QS. An-Nisa (4): 170.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis
banyak mendapat tantangan dan hambatan, akan tetapi dengan bantuan dari
berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, tim penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penulisan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari
Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kata sempurna baik dari bentuk maupun
penyusunannya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
kepada kita sekalian.
Palangkaraya, Oktober 2018
MAULIDA zf
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang.................................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah............................................................................................... 1
C.
Tujuan
Penulis..................................................................................................... 1
D.
Metode Penulisan................................................................................................ 2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Objek Pendidikan.................................................................................. 3
B. Asbabun Nuzul QS. An-Nisa: 170........................................................................... 4
C. Penafsiran QS. An-Nisa: 170................................................................................... 5
BAB III PENUTUP
A. Simpulan.................................................................................................................. 8
B. Saran........................................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan
merupakan suatu hal penting yang harus di ikuti oleh setiap individu, sebab
dengan adanya pendidikan tersebut, maka akan membawa seseorang tersebut menjadi
semakin dekat kepada Tuhan-Nya, namun pendidikan yang dimaksudkan disini adalah
pendidikan yang mengandung nilai-nilai yang religious. Dengan dihadirkannya
suatu pendidikan yang bernilaikan religios, maka secara otomatis menjadikan
para peserta didik menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi, juga
beriman.
Pada
hakikatnya, proses pembelajaran akan berlangsung jika adanya interaksi antara
pendidik dan peserta didik. Yang mana dalam proses itu, guru sebagai penyampai
materi sedang peserta didik sebagai objek atau penenerima dari materi yang
telah disampaikan. Dalam Melakukan interaksi tersebut terdapat rambu-rambu yang
perlu dihargai dan dituruti oleh kedua belah pihak, agar pembelajaran berjalan
dengan baik dan menyenangkan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian objek pendidikan ?
2. Apa asbabun nuzul QS. An-Nisa; 170 ?
3. Apa tafsir QS. An-Nisa; 170 ?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian objek pendidikan.
2. Mengetahui asbabun nuzul QS. An-Nisa; 170
3. Mengetahui tafsir QS. An-NISA; 170
D. Metode Penulisan
Dalam
pembuatan makalah, reverensi yang digunakan penulis berasal dari beberapa buku
di perpustakaan IAIN. Sedang, ayat dan terjemahan penulis mengutip langsung
dari Al-Qur’an. Kemudian, ayat tersebut dijelaskan penulis kembali berdasarkan
perspektif diri sendiri, namun tetap berpacu pada tafsir dari para mufasir.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Objek Pendidikan
Pengertian objek pendidikan terbagi menjadi
dua bagian, yaitu objek dan pendidikan. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia (KBBI)
bahwa pengertian objek adalah hal, sasaran, atau orang yang menjadi pokok
pembicaraan.[1]
Sedangkan pendidikan dikutip fdari GBHN tahun 1973 disebutkan bahwa pendidikan
pada hakikatnya adalah usaha sadar unutuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan
di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung seumur hidup.[2]
B. Asbabun Nuzul QS. AN-Nisa ayat
170
1. QS. An-Nisa ayat 170
Artinya:
Wahai manusia,
Sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa)
kebenaran dari Tuhanmu, Maka berimanlah kamu, Itulah yang lebih baik bagimu.
dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun)
karena Sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan
Allah[382]. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
QS. An-Nisa ayat 170 menjelaskan bahwa
kedatangan Rasulullah SAW adalah benar adanya, dengan membawa sesuatu yang hak
dari Tuhan yang sebelum itu, telah diketahui ahlul kitab, manusia selaku objek
pendidikan diperintahkan untuk beriman kepada Allah SWT.
Apabila manusia
tetap dalam kekafiran dan tidak beriman kepada Allah, maka Allah akan
memberikan azab dan memberi balasan atas kekafirannya tersebut. Allah adalah
pemilik singgasana langit dan bumi serta menguasai, Allah maha mengetahui lagi
maha bijaksana.
C. Tafsir QS. An-Nisa ayat 170
Dibawah ini
ada beberapa pemaparan dari beberapa kitab tafsir yang menjelaskan tentang
objek pendidikan
1. Tafsir Ibnu Katsir
Artinya:
Wahai manusia, Sesungguhnya telah
datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu,
Maka berimanlah kamu, Itulah yang lebih baik bagimu. dan jika kamu kafir, (maka
kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena Sesungguhnya apa yang di
langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah[382]. dan adalah Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Telah datang Nabi Muhammad SAW.
Kepada kalian dengan membawa hidayah, agama yang hak, dan keterangan yang
memuaskan dari Allah karena itu, berimanlah kalian kepada apa yang
didatangkannya kepada kalian dan ikutilah dia, niscaya hal itu baik bagi
kalian.
Artinya:
Dan jika kalian orang kafir, (maka kekafiran itu tidak
merugikan Allah sedikit pun), karena sesungguhnya apa yang ada dilangit dan di
bumi itu adalah kepunyaan Allah. (An-Nisa: 170)
Dengan kata lain, bahwa Allah sama sekali
tidak memerlukan manusia dan iman manusia, dan berkenaan dengan hal itu, Allah
sama sekali tidak mendapat mudarat karena kekafiran manusia. Perihal ini, sama
dengan makna dari ayat lain, yaitu firman Allah Artinya:
Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang
ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) Maka Sesungguhnya Allah
Maha Kaya[782] lagi Maha Terpuji".
[782] Maksudnya: Allah tidak memerlukan syukur
hamba-hamba-Nya.
Dalam firman selanjutnya disebutkan:
Dan Allah mengetahui (An-Nisa: 170)
Terhadap
orang yang berhak memperoleh hidayah dari manusia, maka Allah memberi hidayah,
dan terhadap orang yang berhak mendapat kesesatan, lalu Allah menyesatkannya.
Lagi Mahabijaksana (An-nisa: 170)
Yaitu dalam semua ucapan, perbuatan, syari’at
dan takdir-Nya.[3]
2. Tafsir Al-Misbah
Artinya:
“Wahai manusia, Sesungguhnya telah datang Rasul
(Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, Maka
berimanlah kamu, Itulah yang lebih baik bagimu. dan jika kamu kafir, (maka
kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena Sesungguhnya apa yang di
langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah[382]. dan adalah Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
[382] Allah yang mempunyai segala yang di langit dan
di bumi tentu saja tidak berkehendak kepada siapapun karena itu tentu saja
kekafiranmu tidak akan mendatangkan kerugian sedikitpun kepada-Nya.
Rasulullah SAW membawa kebenaran dari Allah
dengan membuktikan kekeliruan dan kesesatan pandangan orang-orang kafir.
Menjadi sangat wajar menyampaikan ajakan kepada seluruh manusia, bukan hanya
Ahl al-Kitab: Wahai seluruh manusia, sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul,
yakni Muhammad SAW, dengan membawa tuntunan Al-Qur’an dan syari’at yang
mengandung kebenaran dari Tuhan pembimbing dan pemelihara kamu, maka
karena itu berimanlah dengan iman yang benar. Itulah, yakni
keimanan itu yang baik bagi kamu. Dan jika kamu terus-menerus kafir,
maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun dan tidak juga
mengurangi kekuasaan dan kepemilikkan-Nya terhadap alam semesta, karena sesungguhnya
apa yang dilangit dan dibumi itu adalah milik Allah serta dibawah
kendali-Nya. Sehingga Dia dapat menjatuhkan sanksi atas kamu dari langit atau
bumi.. Dan adalah Allah senantiasa Maha Mengetahui, sehingga
tidaklah wajar menolak segala informasi-Nya., Dia juga Maha Mengetahui siapa
yang taat dan siapa yang durhaka lagi Mahabijaksana, mempermalukan
setiap hamba-Nya sesuai dengan perlakuan yang wajar dengan pada tempat yang
sesuai.
Kehadiran
Rasul yang dinyatakan datang kepada kamu serta pernyataan yang beliau
bawa adalah tuntunan dari Tuhan pembimbing dan pemelihara kamu
dimaksudkan sebagai rangsangan kepada mitra bicara agar menerima siapa yang
datang dan menerima apa yang dibawanya. Sebab, jika sesuatu datang menemui
seseorang dan membawa sesuatu yang bermanfaat kepadanya, inimenunjukan bahwa
perhatian kepada mereka sekaligus menjadis sangat wajar, bahkan wajib bagi yang
didatangi untuk menyambutnya dengan penuh kegembiraan.
Firman-Nya;
Dan jika kamu kafir, maka sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu
adalah milik Allah, disamping makna yang telah dikemukakan diatas juga
dapat mengandung makna bahwa jika kamu kafir maka kekufuran kamu tidak
akan menambah sesuatu bagi kamu, tidak juga mengurangi sesuatu dari apa yang
dimiliki Allah SWT.karena sesungguhnya apa yang ada di langit dna di bumi
itu adalah milik Allah, dibawah
kendali dan kekuasaan-Nya. Sehingga bagaimana mungkin, si kafir, kamu dapat
mengambilnya. Karena itu, kekufuran kamu tidak menambah sesuatu bagi kamu,
namun tidak juga mengurangi sedikit pun dari apa yang dimiliki Allah SWT.[4]
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari
pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa objek pendidikan menurut QS.
An-Nisa: 170, yaitu yang dimaksud objek pendidikan adalah orang yang menjadi
pokok pembicaraan untuk mengembangkan kepribadian dan potensi didalam dan
diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup.
Pada
asbabun nuzul dalam QS. An-Nisa: 170 adalah menjelaskan tentang perintah untuk
beriman kepada Allah. Artinya, disamping manusia berilmu manusia juga harus
beriman. Sebab, dengan adanya iman, maka manusia tidak akan berada dalam
kesesatan dan jauh dari perbuatan tercela.
Dari
pemaparan dari berbagai kitab tafsir, maka dapat diketahui objek dari
pendidikan pespektif QS. An-Nisa: 170 adalah manusia, sebab manusia menjadi
pokok dari pembicaraan untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan atau
potensi yang ia miliki, baik itu didalam dan diluar sekolah yang berlangsung
seumur hidup.
B. Saran
Demikian
penjelasan mengenai objek pendidikan perspektif QS. An-Nisa: 170, semoga dapat
dipahami oleh para pembaca dan bermanfaat baik untuk penulis dan untuk para
pembaca.
Saran
penulis agar bis amengaplikasikan esensi dari pembahasan di atas dalam
kehidupan sehari-hari. Dan jika ada kesalahan dalam penulisan makalah, penulis
mohon maaf dan masukan dari pembaca, selebihnya penulis ucapkan terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar